Pertanyaan
Menurut orang-orang yang tidak seiman dengan kita, Yesus itu mengenal dosa. Mengapa? Sebab bukankah Ia mengajarkan doa Bapa Kami kepada para murid-Nya, dan di dalam doa itu ada permohonan ini, "Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami" (Mat 6:12).
Tanggapan kita
Sepintas lalu pertanyaan ini memang sulit sekali dijawab. Namun sebenarnya tidak demikian. Yesus tidak mengenal dosa apa pun (Ibr 4:15; 2Kor 5:21). Doa Bapa Kami tidak menunjukkan bahwa Yesus juga berdosa. Adapun alasannya ada dua:
- Doa Bapa kami diajarkan Yesus ketika Ia sedang mengajar para murid-Nya bagaimana mereka harus berdoa. Yesus berkata, "Dan apabila kamu berdoa..." (Mat 6:5); "Tetapi jika engkau berdoa..." (Mat 6:6); "Karena itu berdoalah demikian..." (Mat 6:9) secara harfiah bunyinya: "Oleh karena itu kamu berdoalah demikian..." Jadi, jelas Yesus sendiri tidak termasuk dalam isi doa itu. Ia tidak berkata, "Oleh karena itu marilah kita berdoa demikian..." Dari sebab itu doa Bapa Kami tidak bisa dikenakan pada Yesus Kristus begitu saja, sehingga bisa dipakai sebagai petunjuk atau bukti bahwa Dia pun mengenal dosa dan perlu minta ampun atas dosa-dosa-Nya. Tidak! Dalam Perjanjian Baru jelas sekali Yesus itu diwartakan sebagai manusia yang tidak memiliki dosa apa pun.
- Dalam pembicaraan-Nya dengan para pendengar-Nya, Yesus tidak pernah menyebut Allah itu sebagai "Bapa kita" seakan-akan Allah di surga itu Allah bersama yang dimiliki secara bersama oleh Dia dan oleh murid-murid-Nya. Yesus selalu membedakan dengan tegas Bapa-Nya dari Bapa manusia. Di satu sisi, Yesus sering berbicara tentang Bapa-Nya sebagai "Bapa-Ku." Misalnya, dalam Mat 10:32 berkata, "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga"; (bdk. 7:21; Luk 10:22; Yoh 2:16). Di sisi lain Yesus selalu memakai istilah "Bapamu" kalau berbicara tentang Allah kepada pada pendengar-Nya. Misalnya kepada para pendengar-Nya Yesus berkata, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga" (Mat 5:16; bdk. Mat 5:45.48; 6:8; Mrk 11:25; Luk 6:36; Yoh 20:17). Mengapa Yesus membedakan "Bapa-Ku" dari "Bapamu"? Sebab hanya Dia sajalah yang adalah Anak Allah dalam arti sepenuhnya. Ia adalah Anak Allah karena kodrat-Nya memang Allah sejak kekal. Sedangkan manusia hanyalah anak-anak Allah sejauh mereka telah diangkat atau diadopsi menjadi anak Allah (1Yoh 3:1; 2Ptr 1:4). Kita hanya mengambil bagian dalam keallahan Kristus. Begitu kita terpisah dari-Nya, kita ini bukan apa-apa lagi.